NewsGopego PlayGopego Magz

Phoneography Guide: Membuat Foto Pernikahan dengan Ponsel

18 Sep 2012
Phoneography Guide: Membuat Foto Pernikahan dengan Ponsel


Mempersiapkan hari besar pernikahan Anda pastinya merupakan hal yang sangat wajib yang harus Anda lakukan dengan benar, salah satunya adalah foto-foto pernikahan. Sejalan dengan perkembangan teknologi, foto-foto pre-wedding atau saat pernikahan berlangsung bisa Anda buat dengan sangat mudah, tanpa harus melibatkan fotografer dan kamera profesional. Yup, semua bisa Anda lakukan dengan sebuah smartphone dan aplikasi olah foto yang tepat, seperti Instagram.

Di tips berikut bisa Anda cermati kisah romantis Jonathan dan Brandi yang melangsungkan pernikahan di San Francisco. Uniknya, mereka tidak menyewa jasa fotografer profesional dalam membuat serangkaian foto pernikahan. Sebaliknya, mereka hanya menggunakan sebuah iPhone.


Alasan pertama Anda harus mencoba cara ini adalah kesan keren yang dihasilkan. Ingatlah, bahwa pernihakan adalah hal yang sangat penting dalam hidup Anda dan Anda perlu membuat sesuatu yang unik agar bisa mengenangnya sepanjang masa.

Adalah Kim Thomas, orang yang berjasa di balik pemotretan tersebut, membagi tips memotret menggunakan ponsel untuk keperluan wedding photo session.

1. PERALATAN
- Tas kamera
- Ponsel kamera
- Ponsel kamera cadangan untuk backup
- charger
- portable charger untuk backup
- lensa cell, seperti Phone Lens Series atau Olloclip
- Peralatan tambahan: iPhone SLR Mount, tripod mount dan sebuah tripod


2. LIGHTING
Jika lokasi pemotretan ada di outdoor maka Anda cukup memanfaatkan cahaya matahari saja. Selanjutnya Anda bisa mengatur exposure dengan cara tap pada bagian tertentu foto atau menggunakan sebuah exposure adjustment tool.

Anda juga bisa memanfaatkan HDR mode, baik yang ada dalam ponsel atau via aplikasi, seperti HDR Pro. HDR mode akan membantu Anda dalam mendapatkan keseimbangan exposure saat cuaca sangat terik sementara subyek dalam kondisi pencahayaan rendah.

Jika photo session diadakan di indoor, sebaiknya pasangan pengantin diset di dekat cendela atau pintu untuk mendapatkan pencahayaan alami yang memadai. Jika ruangan tidak memiliki banyak cendela, maka Anda memerlukan bantuan tripod atau phone stand. Peralatan tersebut diperlukan karena Anda akan sering menstabilkan ponsel sebanyak pergerakan Anda saat memotret indoor.

Anda tidak akan bisa mengurangi semua noise tetapi dengan tripod atau stand, Anda bisa mengurangi sejumlah noise. Sisanya akan meninggalkan kesan blur yang menambah kesan unik/tua pada foto yang dihasilkan.


3. APPS & TOOLS
Anda bisa menggunakan Instagram untuk edit foto-foto setelah prosesi pernikahan selesai. Ada pula aplikasi PhotoForge2 for iPhone untuk membantu menguatkan, mengontrol kurva dan level warna pada foto.

Bagi Anda pengguna Android smartphone, Anda bisa memanfaatkan aplikasi PicSay atau Camera360. Kedua aplikasi tersebut sangat baik untuk mengatur exposure, straightening dan cropping.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan cell lens untuk mendapatkan view yang lebih dekat. Lensa ini diperlukan saat Anda tidak bisa mendekat atau membuat angle yang lebih lebar dari space yang tersedia.

4. SHOOTING PORTRAITS
Mulailah memotret dari jarak jauh sehingga pasangan pengantin bisa mulai terbiasa dengan kehadiran ponsel yang memotret mereka. Arahkan pasangan pengantin tentang cara berdiri atau pose yang baik sehingga foto yang dihasilkan tampak bagus. Sebagai contoh, Anda bisa mengarahkan mereka untuk berdiri saling berhadapan dan saling berpegangan tangan.

Anda juga bisa memanfaatkan candid moment dengan cara meminta pasangan untuk saling bercakap. Sementara mereka bercakap atau tertawa, Anda bisa mengambil gambar mereka.

Mengubah arah pandangan mata pasangan juga perlu dilakukan karena hal itu akan memberikan kesan berbeda pada foto yang dihasilkan. Sebagai contoh, pandangan mata yang mengarah ke kamera akan berbeda dengan pandangan yang menerawang ke langit lepas.

Anda juga perlu mengingat keadaan tempat Anda memotret. Apa yang ada di sekitar tempat pemotretan bisa Anda masukkan dalam frame foto yang Anda buat. Sebagai contoh, arahkan pasangan untuk bersandar pada pohon, memandang balkon atau duduk di tangga.


5. SHOOTING CANDIDS
Memotret candid bisa disebut susah sekaligus mudah karena kamera pada ponsel tidak mampu bekerja secepat kamera DSLR. Tapi jangan takut adanya blur saat memotret subyek yang bergerak. Anda tetap bisa mendapatkan mood tersebut karena adanya blur akan menambah kesan unik seperti tampilan film.




6. BATTERY LIFE
Usahakan membawa dua ponsel berkamera, satu sebagai backup. Adanya backup menjadi penting sebagai pengganti saat ponsel utama yang Anda pakai kehabisan baterai. Jika tidak ada backup phone, sebaiknya Anda bawa portable charger sehingga proses memotret tidak mengalami gangguan karena masalah habis baterai.


7. Lain-lain
Set ponsel dalam airplane mode agar tidak terganggu berbagai notifikasi. Anda juga bisa melihat video di bawah ini sebagai inspirasi dalam membuat foto-foto pernikahan menggunakan ponsel.

Source